BeritaRakyat.Co,.Konsel – PT Tambang Indonesia Sejahtera (TIS) mengkalim telah memiliki dokumen lengkap dalam melakukan aktivitas pertambangan dan pembangunan Jetty di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Direktur Operasional PT TIS , La Ode Sabarudin mengatakan, PT TIS telah memiliki izin lengkap dari instansi terkait untuk melakukan aktivitas penambangan dan pembangunan jetty di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Dalam pernyataannya, La Ode Sabarudin menjelaskan bahwa perusahaan telah melengkapi semua izin yang diperlukan sebelum melakukan aktivitas.
“Semuanya ada izinnya, baik itu kegiatan produksi maupun kegiatan pembangunan jetty. Kami melengkapi dulu semua izinnya sebelum kami beraktivitas,” kata La Ode Sabarudin, Senin, (16/03/2026) usai memanggil aksi demontrasi ARPEKA Sultra.
Ia menambahkan bahwa Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) telah dikeluarkan sejak 2020, dan izin lainnya seperti Tersus, KKPR Laut, dan KKPR darat juga telah diperoleh.
“Sosialisasi terkait kegiatan penambangan dan pembangunan jetty sudah dilakukan semua, sudah lama berlangsung,” ungkapnya.
Ia juga membantah tudingan bahwa perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi. Ia menyatakan bahwa sosialisasi telah dilakukan secara terus-menerus, namun ada oknum-oknum tertentu yang menghalangi warga untuk hadir.
“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tapi ada oknum-oknum yang tidak ingin masyarakat tahu tentang kegiatan perusahaan,” bebernya.
Menurut La Ode Sabarudin, penolakan pembangunan jetty hanya dilakukan oleh segelintir orang, sementara ratusan warga desa Bangun Jaya selalu mendukung aktivitas perusahaan.
“Penolakan itu hanya segelintir orang, sementara ratusan warga desa Bangun Jaya selalu mendukung aktivitas perusahaan,” katanya.
Ia juga meminta kepada semua pihak agar tidak terprovokasi dengan isu liar dan bisa mendukung aktivitas perusahaan sehingga lapangan kerja bisa terbuka lebar bagi masyarakat.
“Saat ini sudah banyak masyarakat yang bekerja di sektor produksi ore nikel. Kalau sudah selesai pembangunan jetty maka akan lebih banyak lagi masyarakat yang akan bekerja,” tutupnya.
ODEK







