BeritaRakyat.Co,.Kendari -Pos koordinasi penyelengara angkutan Lebaran Terpadu Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Repoblik Indonesia di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengelar pertemuan dan konfresi pers di Terminal Tipe A Puuwatu pada, Jumat (13/03/2026) malam.
Kegitan ini, dipimpin oleh Kepala Balai Pengelolah Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara (Sultra), Husni Mubarak, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kepala Bandara Halu Oleo, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kolaka Utara, Kepala Kanwil PT Jasa Raharja Sultra, Kepala Perum DAMRI Sultra, serta Kepala BMKG Sultra.
Kepala BPTD Kelas II Sultra, Husni Mubarak mengatakan untuk memastikan kesiapan sarana dan personil dalam menghadapi arus mudik Lebaran Idul Fitri tahun 2026.
Ia menjelaskan, secara Nasional di Lebaran tahun ini sekitar 50,6 persen akan melakukan perjalan angkutan Lebaran. Jika dikonfesikan dengan jumlah penduduk Sultra sekitar 2,7 juta jiwa maka dipastikan 1,4 juta orang akan melakukan mobilitas selama lebaran tahun ini.
Hanya saja, berdasarkan kajian mayoritas masyarakat masih mengunakan kendaraan pribadi. Atau sekitar 70 sampai 90 persen mengunakan kendaraan pribadi dan 30 persen mengunakan angkutan umum.
“Khusus di Provinsi Sultra, karena animo penggunaan angkutan umum masih relatif rendah, kami memperkirakan sekitar 10 hingga 20 persen masyarakat yang akan menggunakan angkutan umum. Jumlahnya berkisar antara 200 ribu hingga 400 ribu penumpang,” kata Husni.
Ia menegaskan bahwa seluruh stakeholder terkait telah menyatakan kesiapan dalam menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran terpadu tahun ini, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kesiapan personel.
Untuk moda transportasi darat, pihaknya memantau sejumlah simpul transportasi yang menjadi titik penting arus mudik. Di antaranya terdapat 26 simpul pelabuhan penyeberangan dengan sembilan lintasan yang beroperasi di wilayah Provinsi Sultra.
Selain itu, terdapat tiga terminal utama yang menjadi pusat pelayanan angkutan darat, yakni Terminal Tipe A Puuwatu di Kota Kendari serta dua terminal Tipe B, yaitu Terminal Baruga di Kendari dan Terminal Bau-Bau.
Pemantauan juga dilakukan di titik-titik strategis seperti Tempat Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Moramo dan UPPKB Sabilambo yang berfungsi sebagai lokasi perhitungan kendaraan sekaligus rest area bagi pengendara.
Untuk angkutan jalan berupa bus yang beroperasi dari tiga terminal utama tersebut, kapasitas yang tersedia mencapai sekitar 8.818 kursi selama periode angkutan Lebaran.
“Secara kapasitas, insya Allah mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat selama masa angkutan Lebaran. Tentunya kami juga terus melakukan pengecekan dan inspeksi keselamatan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta personel yang bertugas,” terangnya.
Ia berharap dengan koordinasi yang baik antara seluruh stakeholder, penyelenggaraan angkutan Lebaran di Provinsi Sultra dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
ODEK







