Diduga Jual BBM Subsidi Diatas Harga HET, SPBUN PT Fahri Pratama Energi Diadukan di DPRD Sultra

Puluhan masa Gempur Sultra saat mengelar aksi demontrasi di Gedung DPRD Sultra (FOTO : ODEK)
Dengarkan Suara

BeritaRakya.Co,.Kendari – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) PT Fahri Pratama Energi (FPE) di Desa Ngapawali, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) diduga menjual BBM di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal itu diungkapkan oleh salah satu masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur), Sultra saat mengelar aksi demontrasi di Gedung DPRD Sultra pada, Senin (20/10/2025).

Berdasarkan hasil temuan lapangan menurutnya SPBUN PT Fahri Pratama Energi diduga melakukan penjulan BBM Subsidi diatas harga yang telah di tentukan oleh pemerintah.

“Hasil advokasi kami dilapangan menemukan ketidak sesuaian harga HET, baik solar maupun pertalite. Berdasarkan ketentuan resmi pemerintah harga HET solar seharusnya Rp6.800 per liter, namun pengaman kami dilapangan harga yang diberlakukan mencapai Rp7.500,” katanya.

“Begitu juga dengan pertalite yang semestinya Rp10.000 diduga dijual dengan harga Rp10.500 perliter,” tambahnya.

Selain itu lanjut dia, adanya pemotongan jatah nelayan yang diduga dijual kepada penampung hingga adanya pengisian jerigen secara terang-terangan disiang hari maupun secara sembunyi-sembunyi.

Hal ini tentu sangat merugikan masyakat. Untuk itu, pihaknya mendesak PT Pertamina Regional Sulawesi Tenggara memberikan sangsi tegas dan pemberhentian disitribusi BBM serta pencabutan izin operasional SPBUN PT Fahri Pratama Energi.

Lalu meminta DPRD Sultra dan juga mendesak Polda Sultra segera memanggil Direktur PT Fahri Pratama Energi atas dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi.

Sementara itu, media ini juga masih berupaya melakukan konfirmasi dengan pihak SPBUN PT Fahri Pratama Energi.

ODEK