BeritaRakyat.co, Muna – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna melaksanakan penen raya padi perdana tanam dua kali setahun yang dilaksanakan di Desa Labulu-bulu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, dengan total 120 hektar sawah.
Dalam panen raya tersebut, turut hadir Bupati Muna, Bachrun Labuta, Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil Ndoasa, Sekda Muna, Edi Uga, Kadis Pertanian, Laode Anwar Agigi, Forkopimcam Parigi, dan Kepala Desa/Lurah se-Kecamatan Parigi.
Bupati Muna, Bachrun Labuta, menjelaskan bahwa panen dua kali dalam setahun ini sudah sering dilakukan petani padi Desa Labulu-bulu dan Latampu. Hanya saja kata dia, panen kali ini hasilnya dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Olehnya itu, ia bersama Wakil Bupati Muna, Laode Asrafil Ndoasa akan mendukung semua kebutuhan petani. Pihaknya akan membantu mengadakan alat dan mesin pertanian (Alsintan) seperti traktor dan combine yang anggarannya dikolaborasikan dengan dana desa dan APBD.
“Insya Allah bisa kita usahakan combine karna Ini visi bupati, kalau gagal ini, gagal juga bupati,” ucap Bupati Muna, Bachrun Labuta saat diwawancarai media ini disela-sela kegiatan panen raya di Desa Labulu-bulu, Senin (20/10/2025).
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Muna, Laode Asrafil Ndoasa, mengungkapkan bahwa program Pemerintah Daerah Kabupaten Muna selaras dengan program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan.
Saat ini kata Asrafil, ada program makan bergizi gratis (MBG). Dimana setiap hari kurang lebih 56 ribu orang yang harus dikasih makan. Olehnya itu, ketersediaan pangan seperti beras harus terpenuhi, sebab semua daerah seluruh Indonesia membutuhkannya.
“Kalau kita tidak tamam maka kita akan kewalahan dengan bahan baku. Olehnya itu, kalau petani semangat maka kita akan usahakan sehingga hasil produksinya meningkat,” jelas Laode Asrafil.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Loade Anwar Agigi, mengaku, potensi lahan dan hasil pertanian di Desa Labulu-bulu dan Latampu sangat tinggi dan perlu dibantu alat dan mesin pertanian (Alsintan) seperti Traktor dan combine, sehingga petani tidak perlu lagi pinjam alat panen padi dari Kota Bau-Bau.
Seperti pengadaan combine kata Anwar Agigi, Kementrian Pertanian bersama Dinas Pertanian memiliki konsep brigade Alsintan yang artinya tidak boleh menetap di satu kelompok tani dan harus melayani semua kebutuhan petani.
“Kalau kondisi seperti ini insya Allah 2026 bisa dapat Combine,” katanya.
BURHAN ODE







