BeritaRakyat.Co,.Muna – Masyarakat Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna menyambut baik rencana pengerjaan saluran irigasi di Desa Laiba tahun 2026 ini. Hanya saja, mereka meminta proyek yang bersumber dari APBN tersebut tidak di kerjakan oleh PT Sinar Putra Mahaba (SPM).
Salah satu masyakat Desa Laiba yang tidak ingin namanya di sebutkan namanya mengatakan, masyarakat Kecamatan Parigi, khususnya masyarakat Desa Laiba sangat menyambut baik proyek dengan total anggaran hingga puluhan milyar tersebut. Hanya saja mereka menolak jika proyek ini kembali di kerjakan oleh PT SPM.
“Rencana pengerjaan saluran irigasi ini merupakan kesukuran juga bagi kami masyarakt disini. Tapi kami tidak mau kalo proyek itu di kerjakan lagi sama kontraktor yang kerjakan Bendung kemarin atau PT Sinar Putra Mahaba,” katanya kepada awak media, Sabtu (24/01/2026).
Menurutnya, penolakan terhadap PT SPM ini bukan tanpa alasan, sebab selama mengerjakan proyek Bendung Desa Laiba, Wakumoro dan Labulu-bulu tahun 2025 kemarin, PT SPM banyak meninggalkan kesan kurang baik terhadap masyakat.
Diantaranya, tidak adanya komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar khusunya pemilik lahan yang terdampak pengerjaan proyek.
“Kontraktornya tidak bagus, tidak konsisten dengan kesepakatan bersama pada saat rapat sosialisasi yang di sepakati bersama masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, PT SPM juga di sinyalir diduga mengunakan solar subsidi dalam proses pengerjaan proyek Bendung dengan total anggaran Rp28 milyar di akhir tahun 2025 lalu.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Rahman, salah satu tokoh pemuda Desa Labulu-bulu. Menurut Rahman pihaknya mendukung penuh proses pengerjaan proyek saluran irigasi tersebut.
“Pertama kami sangat beryukur atas adanya proyek APBN di wilayah kami. Khusunya saluran irigasi ini, karena sudah sangat lama di nanti-natikan masyarakat,” kata Rahman.
Hanya saja, dirinya juga berharap pelaksaan pekerjaan proyek tersebut nantinya harus di kerjakan oleh perusahan yang benar-benar memahami situasi masyakat sekitar dan tidak menimbulkan kesan buruk.
“Kami berhadap pemerintah, khusnya panitia lelang harus benar-benar memperhatikan perusahaan yang melakukan lelang. Jangan memenangkan perusahan yang menimbulkan kesan buruk terhadap masyarakat,” pintanya.
Untuk itu, ia meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kendari dan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi (BP2JK) Sulawesi Tenggara (Sultra) benar-benar teliti memenangkan perusahan yang akan mengerjakan proyek yang di nanti-nantikan oleh masyakat ini.
“Informasinya memang sekarang sudah proses tendernya salah satu yang ikut itu, PT SPM makanya kami meminta BWS dan BP2JK harus benar-benar teliti memenangkan perusahan yang akan mengerjakan proyek ini. Karena sebelumnya sudah ada kontraktor yang meningalkan kesan tidak baik terhadap masyakat saat pengerjaan proyek Bendung di Kecamatan Parigi,” tegasnya.
Dirinya lanjut Rahman, akan ikut mengawal persoalan ini, hingga benar-benar pelaksaan pengerjaan proyek tersebut berjalan dengan baik.
“Kami pastikan akan ikut mengawal proyek ini, karena ini kebutuhan masyarakat yang telah lama dinantikan terutama orang-orang tua kami di Desa Labulu-bulu,” tutupnya.
Awak media ini juga masih berupaya melakukan konfirmasi dengan pihak-pihak terkait lainya, baik PT SPM, BWS IV Kendari dan BP2JK Sultra.
ODEK






