BeritaRakyat.Co,.Kendari – Sejumlah sopoir pengantri Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Wulele, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari di duga dimintai pungutan uang.
Pungutan ini, disebut-sebut untuk mendapatkan nomor antrian kendaraan bagi para sopir-sopir yang mengantri Solar Subsidi di SPBU Wulele.
Dikutip dari Sentralsultra.Com, salah satu sopir mengaku diminta membayar uang Rp100 ribu agar mendapat nomor antrian pembelian BBM jenis Solar Subsidi dan juga Rp 10 ribu untuk jasa pembelian air untuk masing-masing sopir kendaraan.
Menurut salah satu sopir yang tidak disebutkan identitasnya ini, pungutan tersebut berlangsung sejak lama. Uang tersebut di kelola oleh salah seorang warga berinisial FLD yang disinyalir memiliki hubungan dekat atau koneksi dengan pihak pengelolah SPBU Wulele.
“Sebelum ambil nomor antrean, kami diminta bayar Rp100 ribu, ditambah Rp10 ribu uang air. Katanya Rp10 ribu itu untuk parkir dan menyiram debu di sekitar lokasi antrean,” ungkap sopir tersebu yang dikutip dari Sentralsultra.com, Minggu (08/03/2026).
Sejumlah sopir lanjutnya, sebenarnya merasa terbebani. Sebab tak memiliki dasar atau aturan. Hanya terpaksa demi mendapat nomor anterin kendaraan.
“Kami sebenarnya keberatan dengan aturan seperti itu karena tidak ada dasar resminya. Tapi kalau tidak bayar Rp100 ribu dan Rp10 ribu itu, kami tidak diperbolehkan membeli BBM di SPBU Wulele,” keluhnya.
Untuk itu, Mereka berharap pihak terkait turun tangan untuk menindaklanjuti keluhan tersebut. Mereka meminta agar distribusi BBM subsidi dapat berjalan sesuai aturan tanpa adanya pungutan yang membebani para pengguna, khususnya sopir angkutan yang sangat bergantung pada solar subsidi untuk operasional sehari-hari.
Sebelum informasi jual beli nomor antrian kendaraan untuk mendapatkan BBM Subsidi di SPBU Wulele ini juga sempat mencuat, bahkan sempat di amankan oleh jajaran oleh aparat Kepolisian Polsek Baruga di akhir tahun 2024 lalu.
Sementara itu, Menejer SPBU Wulele, H Rusli dan Pengawas SPBU Wulele, Deden yang di hubungi awak media melalui pesan maupun panggilan WhatsApp tidak tersambung.
ODEK







