BeritaRakyat.Co,.Kendari – Masyarakat lyang tergabung dalam Aliansi Rakyat Pemerhati Keadilan (ARPEKA) mengelar aksi demontrasi menolak pembagunan Jetty PT Tambang Indonesia Sejahtera (TIS) di Desa Lo Bangun Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, pada, Senin (16/03/2026).
Ketua ARPEKA Sultra, Zaldin mengatakan pembangunan Jetty PT TIS di sinyalir tidak memiliki izin atau diduga tidak memiliki dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL).
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan titik pembagunan Jetty yang keberadaannya tak jauh dari rumah warga dan tidak adanya sosialisasi AMDAL.
Untuk itu, pihaknya mengaku meminta proses pengerjaan Jetty PT TIS dihentikan sampai ada kepastian dokumen AMDAL.
“Kita minta PT TIS untuk menghentikan pembangunan Jettynya sampai ada kepastian persoalan dengan masyakat dan izin-izinnya,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, pembangunan Jetty PT TIS sangat berdampak pada kehidupan masyarakat nelayan setempat. Sebab menurut dia, mayoritas masyarakat Desa Bangun Jaya mengandalkan nelayan sebagai mata pencaharian, dan pembangunan jetty tersebut dapat mematikan mata pencaharian mereka.
“Pembangunan jetty ini akan berdampak besar pada kehidupan nelayan di Desa Bangun Jaya. Banyak karamba dan bagang-bagang nelayan yang terletak di dekat lokasi pembangunan jetty, sehingga jika proyek ini tetap dilanjutkan, maka akan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat nelayan,” tutupnya.
ODEK







