BeritaRakyat.co,.Konsel – Program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan melakukan rehabilitasi total 13 pelabuhan penyebrangan milik daerah, dibawah pengawasan Dinas Perhubungan Sultra secara bertahap ditargetkan sampai tahun 2029, Minggu (08/11/2026).
Program ini, diharapkan dapat mewujudukan infrastruktur transportasi yang lebih baik demi pelayanan yang semakin optimal di wilayah kawasan pelabuhan.
Salah satu pelabuhan dibawah kendali Pemprov Sultra yakini, Pelabuhan Penyebrangan Fery Amolengo yang dikelola dan dioperasikan untuk menghubungkan wilayah daratan dan kepulauan di Sultra.
Saat ini, Pelabuhan Penyeberangan Fery Amolengo terus melakukan pembenahan. Mulai dari sistem operasional, dimana dilakukan penguatan koordinasi yang lebih efektif dengan mitra kerja dan stacholder terkait diantaranya, dengan pihak PT. ASDP dan PT. Jembatan Nusantara yang merupakan pihak penyedia armada ferry.
Begitu pula dengan pihak syahbandar/KPLP yang bertanggung jawab terhadapa keamanan dan keselamatan pelayaran. Sedangkan untuk urusan keamanan dan ketertiban, pihak pelabuhan dalam hal ini Dinas Perhubungan melakukan koordinasi dengan pihak TNI/Polri.
Kepala UPTD Pelabuhan Penyebarangan Amolengo, Idham Halid mengatakan, pelayanan terhadap penguna jasa di wilayah pelabuhan Amolengo saat ini terus berbenah dan dimaksimalkan.
Pihaknya kata Idham, telah membagi tiga pos pelayanan penumpang yakni. Pos satu bertugas mendaftarkan kendaraan, memberi nomor antrian, mengisi data kendaraan dan penumpang termasuk mengarahkan parkir sesuai urutan kedatangan hingga memberi informasi, mencetak pas masuk penumpang maupun kendaraan secara elektronik.
Kemudian pos dua melakukan pengecakan kendaraan, muatan, pemeriksaan tiket (merobek pas masuk), penumpang maupun kendaraan yang dilakukan bersama petugas berwenang lainya termasuk pihak keamanan.
Sedangkan untuk pos tiga, bertugas memastikan kembali seluruh kelengkapan penyebrangan sebelum masuk dalam dalam kapal.
“Ini kita lakukan untuk memastikan kenyamanan dan ketertiban diareal pelabhan. Khusunya menghindari polemik-polemik kagadugan yang terjadi seperti yang lalu-lalu. Jadi memang kita perketat supaya penumpang atau penguna jasa pelabuhan Amolengo, nyaman dan tidak ada keluhan yang bisa menimbulkan polemik lagi,” kata Idham Halid melalui keteranganya yang diterima awak media ini.
Pihaknya lanjut Idham Halid, berkomitmen melakukan pembenahan kualitas pelayanan penyebrangan secara maksimal. Terlebih lagi menurut dia, tahun ini UPTD Pelabuhan Penyebrangan Amolengo mendapat alokasi pengerjaan revitalisasi.
“Tahun ini, 3 Pelabuhan sudah mulai dibangun yaitu pelabuhan Amolengo, Pelabuhan Baubau dan Pelabuhan Torobulu, khusus revitalisasi sisi darat Pelabuhan Amolengo sementara tahap pekerjaan dan diharapkan bisa diselesaikan sampai batas waktu yang telah ditentukan,” tutupnya.
ODEK







