BeritaRakyat.Co,.Muna – Warga Desa Moasi, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyegal Kantor Desa, Rabu (03/06/2026).
Aksi penyegelan Kantor Desa ini, dilakukan buntut kekecewaan masyarakat atas ketidak pastian pengelolaan dan realisasi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025.
Salah satu warga Desa Moasi, Suwadhi Sadam Sirayt mengatakan, terdapat sejumlah kegitan Dana Desa tahun anggaran 2025 yang hingga kini belum di realisasikan oleh pemerintah desa Moasi. Salah satu pengadaan ayam petelur.
“Angaran ketahan pangan di Desa Moasi tahun 2025 itu, salah satunya pengadaan ayam petelur. Tapi sampai sekarang ayamnya belum ada, hanya kandangnya saja yang dibikin, sedangkan angarannya jelas, katanya Bendahara BUMDES uangnya sudah di ambil pa Desa,” katanya.
Hal ini menurutnya menimbulkan pertanyaan, terlebih lagi saat ini telah masuk triwulan kedua tahun 2026. Namun anehnya masih ada kegiatan tahun 2025 yang belum dilaksanakan.
“Sekarang ini angaran tahun 2026 sudah mau berjalan. Sementara masih ada yang kegitan tahun 2025 yang belum terealisasi,” ungkapnya.
Sebelumnya, pemerintah Desa Moasi, kata Suwadhi telah melaksanakan rapat bersama BPD membahas kegitan tahun 2025 yang belum terealisasi tersebut.
Hasil rapat itu, Kades Moasi meminta waktu 30 hari untuk menyelesaikan tungakan yang belum direalisasikan tersebut. Namun sampai dengan waktu yang telah ditentukan, Kades Moasi lagi-lagi belum merealisasikan pengadaan ayam petelur tersebut.
“Itu hari sudah dirapatkan sama BPD, Kepala Desa minta waktu sampai tanggal 29 bulan 5 kemarin dia mauselesaikan. Tapi ini, sudah masuk bulan 6 belum ada lagi, kita tidak tau alasannya apa lagi. Makanya hari ini masyarakat memutuskan menyegal Kantor Desa,” terangnya.
Ia menegaskan, warga akan terus melakukan aksi protoes dan penyegalan kantor Desa hingga adanya kestiapan kapan direalisasikan kegitan tahun anggaran 2025 tersebut.
“Sampai ada realisai, kalo belum selesai kegitan tahun 2025 kemarin. Tidak boleh ada kegitan DD tahun 2026,” tegasnya.
Selain itu, warga juga mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Muna, mengambil langkah tegas terhadap polemik pengelolan angaran tahun 2025 dan 2026 di Desa Moasi. Sebelum menimbulkan kejolak yang lebih besar lagi di tengah-tengah masyarakat.
“Masyarakat sudah resah. Makanya kami minta Pemerintah Kabupaten segera turun tangan, sebelum menimbulkan persoalan yang lebih besar di masyarakat,” pintanya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media ini, selain pengadaan ayam petelur. Masih ada beberapa kegiatan lainya yang disinyalir bermasalah. Satunya kegitan sumur gali tahun 2024 dan juga insentif guru PAUD.
Sementara itu, Kepala Desa Moasi, La Ono belum merespon panggilan yang dilakukan awak media ini.
ODEK







