BeritaRakyat.co, Konawe Selatan – Menyikapi ancaman kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah lahan sawah, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan mengambil langkah taktis guna menyelamatkan produktivitas pertanian daerah. Pada Senin (14/9/2026), Bupati Konawe Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Konsel, Irham Kalenggo, S.Sos., M. Si secara resmi menyerahkan bantuan 70 unit mesin pompa air kepada kelompok tani sawah.
Penyerahan bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini dilangsungkan di pelataran Kantor Bupati Konawe Selatan, sesaat setelah pelaksanaan rutinitas upacara bendera Senin pagi. Dalam agenda tersebut, Bupati Irham Kalenggo turut didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Konawe Selatan, Samsul, beserta jajaran penyuluh pertanian dan perwakilan kelompok tani penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bupati Irham Kalenggo menekankan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah di tengah krisis air yang mengancam sektor krusial pangan. Luasnya lahan pertanian sawah di Konawe Selatan menuntut adanya intervensi cepat agar potensi gagal panen (puso) di beberapa wilayah dapat ditekan seminimal mungkin.
“Ini adalah wujud perhatian pemerintah di mana saat ini kita mengalami kekeringan akibat musim panas atau kemarau. Mudah-mudahan dengan 70 pompa air yang ada hari ini sudah bisa membantu sebagian besar lahan teman-teman petani kita untuk melanjutkan proses penanaman hingga menjelang masa panen,” tegas Irham Kalenggo di hadapan para kelompok tani.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan nilai strategis dari aset yang diserahkan. Mengingat harga satu unit mesin pompa air tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp20 juta, para petani diinstruksikan untuk memiliki rasa tanggung jawab penuh terhadap perawatannya. Ia meminta agar bantuan ini dikelola secara kolektif dengan sistem penjadwalan (bergantian) antaranggota kelompok agar manfaatnya merata dan mesin tidak diforsir hingga cepat rusak.
“Saya minta kepada bapak-bapak kelompok tani supaya dimaksimalkan, dikelola dengan baik, dan dijaga pemeliharaannya. Tentu pemakaiannya berganti-ganti, jangan hanya satu orang. Kita harus melihat di mana potensi-potensi sumber air yang masih bisa dipompa untuk mengairi lahan-lahan yang membutuhkan,” tambahnya.
Bupati Irham menyadari bahwa 70 unit pompa air ini belum sepenuhnya mencakup seluruh kebutuhan lahan pertanian di Konawe Selatan yang sangat luas. Namun, ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Dinas DTPHP akan terus berupaya mengajukan permohonan penambahan alokasi bantuan ke depannya.
Menutup agenda penyerahan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat. “Terima kasih banyak atas perhatiannya, dan kita juga berterima kasih kepada Bapak Presiden melalui Bapak Menteri Pertanian yang telah memberikan porsi ruang kita di Konawe Selatan, khususnya di bidang pertanian. Selamat dimanfaatkan, dan terus dijaga supaya bisa bertahan untuk jangka panjang,” pungkas Irham.
YAN







