Dobrak Batas Geografis, Nurlita Jaya Pimpin PKK Konsel Gencarkan Literasi Digital di Perpustakaan Pesisir Desa Wawatu

Ketua Tim PKK Konsel Nurlita Jaya S.Sos M.Kes saat hadir dan memberikan petuah di TK Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara. (FOTO : IST)
Dengarkan Suara

BeritaRakyat.co, Konawe Selatan – Upaya nyata dalam meningkatkan indeks literasi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah pesisir terus digalakkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Konawe Selatan. Tepat pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Pokja II TP. PKK Konawe Selatan menggelar aksi sosial dan edukasi yang berfokus pada penguatan sarana perpustakaan desa pesisir di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara.

Aksi strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua TP. PKK Kab. Konawe Selatan Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes., didampingi oleh Ketua Pokja II Hj. Niswan Sahlul, S.Pd. Kunjungan kerja ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jangkauan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) dengan sentuhan transformasi teknologi ke pelosok daerah pesisir.

Dalam sambutannya Nurlita Jaya, S.Sos.,M.Kes mengatakan bahwa poin utama aksi TP. PKK Kab. Konawe Selatan khususnya Pokja II di Desa Wawatu meliputi aksesibilitas Multi-Generasi yakni memastikan fasilitas dapat diakses penuh oleh anak sekolah dan putus sekolah, pelajar, pemuda kreatif, hingga kader lokal untuk menggali informasi. Selain itu juga dilakukan edukasi literasi digital dasar bagi ibu-ibu PKK desa serta mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat belajar pemasaran produk lokal pesisir secara daring (online).

“Anak-anak kita di pesisir Desa Wawatu tidak boleh tertinggal dalam hal informasi dan teknologi. Melalui penguatan perpustakaan pesisir desa ini, PKK hadir untuk membuka jendela dunia bagi mereka, agar anak-anak nelayan di sini bisa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kompetitif, dan siap bersaing di era digital. Hadirnya perpustakaan pesisir di Desa Wawatu ini akan memberikan ruang terbuka bagi anak putus sekolah akibat orang tuanya yang kurang mampu membiayai untuk memanfaatkan fasilitas ruang edukatif yang ada” ujar Nurlita Jaya.

Sementara itu Ketua Pokja II TP. PKK Konawe Selatan, Hj. Niswan Sahlul, S.Pd., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk perwujudan program kerja Pokja II yang menitikberatkan pada pilar pendidikan serta keterampilan keluarga. Menurutnya, wilayah pesisir seperti Desa Wawatu memerlukan perhatian khusus agar anak-anak nelayan memiliki kesempatan belajar yang setara dengan wilayah perkotaan.

“Kami ingin memastikan anak-anak di Desa Wawatu tanpa terkecuali memiliki ruang interaksi edukatif yang nyaman, modern, dan kaya akan sumber informasi,” ujar Niswan Sahlul di lokasi kegiatan.

Aksi nyata ini turut melibatkan kolaborasi aktif bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan. Instansi terkait ini berkomitmen untuk mengawal ketat pemanfaatan fasilitas digital ini agar tidak sekadar menjadi pajangan, melainkan pusat peradaban baru bagi masyarakat pesisir Moramo Utara.

Di sela-sela peninjauan fasilitas, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Setianingsih Mangidi, S.TP., M.AP., menyatakan bahwa sinergi bersama Tim Penggerak PKK di bawah pimpinan Nurlita Jaya merupakan dorongan energi besar bagi percepatan indeks literasi daerah.

“Kami di Dinas Perpustakaan sangat berterima kasih atas gerakan masif dari Ibu Ketua TP. PKK Konawe Selatan dan Pokja II. Perpustakaan harus hadir sedekat mungkin dengan masyarakat dan menjadi ruang tumbuh. Dengan adanya perpustakaan pesisir ini, kita sedang memutus pembatas geografis anak-anak pesisir untuk mendapatkan ilmu pengetahuan,” ujar Setianingsih Mangidi saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Sisi humanis dari gerakan literasi di Desa Wawatu menurut Kepala Dinas Perpustakasn dan Arsip Daerah Kab. Konawe Selatan dari hasil pantauan timnya terletak pada kuatnya keterlibatan tim pengajar yang bergerak atas dasar kesukarelaan. Aktivitas belajar-mengajar, pengenalan komputer, hingga pendampingan membaca yang digerakkan oleh para relawan pemuda asal Desa Wawatu sendiri, yang berkolaborasi dengan relawan pendidikan dari luar daerah.

“Sinergi para relawan ini memastikan aktivitas perpustakaan di Desa Wawatu terus hidup secara berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran pemuda lokal menjaga kedekatan emosional dengan anak-anak pesisir, sementara relawan dari luar daerah membawa metode pembelajaran baru yang kreatif dan interaktif”. ujar Setianingsih Mangidi.

Melalui integrasi program literasi digital dan pemenuhan sarana buku, TP. PKK Kab. Konawe Selatan optimistis dapat melahirkan generasi muda pesisir yang cerdas, adaptif, dan siap bersaing di era digital global.

USAN