Gelar Doa Dan Tabliq Akbar Lintas Agama Dalam Rangka HUT Konsel ke 23 

Bupati Konsel Irham Kalenggo didampingi Wakilnya H Wahyu Ade Pratama Imran saat pelaksanaan Doa dan Tablik Akbar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Konsel. (FOTO : IST)
Dengarkan Suara

BeritaRakyat – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Tabligh Akbar dan Doa Bersama Lintas Agama sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Selatan yang ke-23, Kamis (30/4/2026). Bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, acara ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang sejarah daerah sejak memisahkan diri dari Kabupaten induk, Konawe.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, mengungkapkan rasa syukur atas berbagai lompatan kemajuan yang telah dicapai dalam dua dekade terakhir. Ia menegaskan bahwa Konsel kini telah bertransformasi menjadi daerah mandiri dengan potensi sumber daya yang kompetitif.

“Dua puluh tiga tahun silam, daerah ini lahir dari spirit perjuangan dan harapan besar masyarakat. Hari ini, kita menyaksikan infrastruktur jalan telah mengoneksikan desa-desa, fasilitas kesehatan semakin inklusif, dan akses pendidikan terus kita akselerasi,” ujar Irham di hadapan para tokoh lintas agama dan jamaah yang hadir.

Bupati Irham juga memaparkan keberhasilan sejumlah program strategis di bawah visi “SETARA”. Program-program seperti layanan kesehatan gratis, penyaluran beasiswa bagi ribuan mahasiswa, hingga penguatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan ketahanan pangan desa, diklaim telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Hal menarik dalam peringatan tahun ini adalah penekanan pada aspek moderasi beragama. Irham menyebut Konawe Selatan sebagai “Miniatur Indonesia”, sebuah daerah di mana pemeluk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha dapat hidup berdampingan secara harmonis.

“Kerukunan adalah fondasi fundamental. Tanpa harmonisasi sosial, semegah apa pun pembangunan fisik yang kita lakukan akan terasa rapuh. Doa lintas agama hari ini adalah manifestasi bahwa perbedaan keyakinan merupakan kekuatan untuk menjaga bumi Konawe Selatan tetap aman dan penuh berkah,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa memegang teguh nilai kearifan lokal Kalosara sebagai simbol keseimbangan, hukum, dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan penghargaan prestisius dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Konawe Selatan. Bupati Irham Kalenggo bersama Wakil Bupati secara resmi dianugerahi gelar sebagai Tokoh Moderasi Beragama.

“Penghargaan ini merupakan amanah dan motivasi bagi kami untuk terus konsisten merawat kerukunan umat beragama di daerah yang kita cintai ini,” tutur Irham dengan nada khidmat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Zainal Mustamin, S.Ag., M.A. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman sebagai kunci keberlanjutan pembangunan daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rois Syuriyah PWNU Sultra, Wakil Bupati Konsel, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Konsel, Ketua PCNU Konsel beserta jajaran badan otonom, serta para camat dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Konawe Selatan.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama, memohon perlindungan dan keberkahan agar Kabupaten Konawe Selatan semakin gemilang di masa depan. Sebagai simbol sinergitas, acara diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan dari PCNU Konawe Selatan kepada jajaran pimpinan daerah.

USAN