BeritaRakyat.Co,.Kendari- Tim Formatur Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), LM. Rajab Jinik, menegaskan bahwa Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna yang akan digelar di Kota Kendari bukan agenda politik.
Rajab menegaskan, kegiatan tersebut murni bertujuan mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang berkumpulnya seluruh masyarakat Muna dari berbagai generasi dan latar belakang yang tersebar di 17 kabupaten/kota di bumi anoa.
“Silaturahmi akbar ini mempertemukan orang-orang tua, generasi muda, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Muna di Sultra. Tujuannya hanya satu, memperkuat kekeluargaan, kekerabatan, dan identitas kita sebagai masyarakat Muna,” kata Rajab Kamis (02/06/2026) malam.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan gagasan bersama para tokoh Muna, termasuk ketua-ketua kerukunan masyarakat Muna di berbagai daerah. Ketua Umum KKMM Sultra, La Ode Darwin, disebut hanya menjadi bagian dari inisiator bersama tokoh-tokoh lainnya.
Lebih lanjut anggota DPRD Kota Kendari menegaskan, tema yang diusung, yakni “Kekeluargaan dan Kekerabatan”, menjadi bukti bahwa kegiatan itu tidak dirancang untuk kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
“Tidak ada agenda politik di balik silaturahmi ini. Yang kami bangun adalah persaudaraan. Kalau ada yang menggiring kegiatan ini ke arah politik, itu bukan sikap KKMM,” jellasnya.
Narasi yang mengaitkan Silaturahmi Akbar dengan kepentingan politik tambahnya merupakan opini yang sengaja dibangun oleh pihak-pihak tertentu.
“Kalau ada yang menyebut kegiatan ini sebagai agenda politik, itu adalah persepsi pribadi, bahkan opini liar yang sengaja dibangun oleh orang-orang yang memiliki kepentingan lain,” tegasnya.
Selanjutnya, Ketua KONI Kota Kendari itu menanggapi kritik dari sebagian generasi muda Muna yang mempertanyakan pelaksanaan kegiatan tersebut. Rajab mengatakan setiap orang berhak memiliki pandangan berbeda, namun ia meminta agar perbedaan itu tidak dijadikan alat untuk membangun opini yang menyesatkan.
“Kami menghormati siapa pun yang tidak sepakat. Itu hak setiap orang. Tetapi jangan menggiring opini seolah-olah kegiatan ini untuk kepentingan partai politik atau kepentingan pribadi. Itu keliru,” katanya.
Sejak awal KKMM kata Rajab dibentuk sebagai organisasi pemersatu masyarakat Muna tanpa melihat latar belakang politik, jabatan, organisasi, maupun profesi anggotanya.
Tujuan utama organisasi itu adalah memperkuat persaudaraan masyarakat Muna sebagai salah satu suku besar di Sultra.
Kemudian, ia menepis anggapan bahwa status La Ode Darwin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sultra menjadikan Silaturahmi Akbar sebagai agenda politik.
“La Ode Darwin terpilih sebagai Ketua Umum KKMM melalui musyawarah. Jabatan beliau di partai tidak ada kaitannya dengan kegiatan ini. Menganggap silaturahmi akbar ini sebagai agenda politik hanya karena beliau Ketua DPD Golkar Sultra adalah penilaian yang keliru,” ungkapnya.
Dengan demikian, Rajab Jinik menegaskan bahwa Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna diselenggarakan semata-mata untuk memperkuat persatuan dan identitas masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara.
“Sekali lagi kami tegaskan, kegiatan ini murni silaturahmi. Tidak ada agenda politik. Yang ingin kami bangun adalah kekeluargaan, kekerabatan, dan persatuan masyarakat Muna di Sultra,” tutupnya.
ODEK







