BeritaRakyat.Co,.Kendari- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW ) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mendesak aparat kepolisian memberantas mafia BBM subsidi jenis solar.
Permintaan ini, menyusul langkahnya Bahan Bakar Minyak (BBM), Subsidi jenis Solar di sejumlah SPBU yang ada di Bumi Anoa.
Ketua Tani Merdeka Sultra, Bidang Perkebunan, Kehutanan dan Holtikultura La Ode Awal Bahri mengatakan praktek dugaan penyalah gunaan BMM Subsidi sangat berdampak vital bagi kalangan petani.
Ditengah pemerintah sedang berupaya mendorong penuh program ketahanan pangan, yang didalamnya tidak terlepas dari langkah-langkah optimalisasi pengolahan lahan pertanian yang sangat erat kaitanya dengan ketersediaan pasokan maupun harga BBM subsidi jenis solar agar tidak terkendala dan mempersulit kalangan petani.
Namun hal ini, sangat disesalkan kelangkaan BBM Subsidi terjadi hampir di semua SPBU secara tiba-tiba. Muncul dugaan, adanya paraktik-praktiki janggal yang menyimpang dari aturan sehingga terjadi kelankaan BBM di sejumlah SPBU.
Untuk ia menegaskan, APH tidak boleh membiarkan hal ini terus berlanjut sebab, sangat menyulitkan kondisi ekonomi bagi masyarakat luas terutama para petani.
“Kami masayarakat petani sangat tercekik dengan kondisi kelankaan solar saat ini, dimana lagi kami harus berkeluh kesah ditengah kondisi keuangan yang sulit seperti sekarang ini. Kami masyarakat petani hanya memiliki harapan bisa mengolah pertanian sawah tetapi tidak lagi dipersulit dengan kelangkaan BBM(solar) seperti ini,’ kata Awal Bahri melalui keteranganya yang diterima awak media ini, Minggu (10/05/2026).
Awal Bahri mengungkapkan, sejumlah petani sangat kesulitan mendapatkan BBM untuk kegiatan operasional Alsintan. Hal ini menurutnya tentu sangat disesalkan, saat musim pengolahan lahan dimulai secara tiba-tiba kelankaan BBM jenis solar ini pun terjadi. Bahkan yang memprihantikan seolah-olah kondisi ini tidak menjadi perhatian serius bagi APH terutama pihak kepolisian.
Kondisi ini kata dia, sudah pasti dapat menghambat program swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini tidak benar, Kami DPW tidak akan tinggal dan akan melakukan koordinasi langsung ke DPP untuk mendapatkan atensi khusus terkait persoalan ini,” tegasnya.
Kelangkaan BBM Subsidi di petani ini tambah dia, sudah pasti mempengaruhi produktifitas hasil pertanian.
“Kelankaan dan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar ini dipastikan kembali menekan produktivitas petani di Daerah,” tutupnya.
ODEK







