Aleg Dapil I Monev di Bungin, Temukan Proyek Jembatan Miliaran Tanpa Pengawasan

Anggota DPRD Konsel Jusmani (Kiri) saat melaksanakan Monev di Desa Bungin terkait pembangunan jembatan yang bersumber dari perusahaan tambang. (FOTO : HERMAN)
Dengarkan Suara

BeritaRakyat.co, Konawe Selatan – Monitoring dan evaluasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Selatan mendapati sejumlah kegiatan yang dianggap belum merespon dan skala prioritas bagi masyarakat. Misalnya saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) anggota DPRD dari daerah pemilihan Konsel 1 menemukan adanya proyek pembangunan jembatan yang nilaianya cukup pantastis tapi tanpa adanya pengawasan.

Monev tersebut dilaksanakan oleh Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Satu (1) Konsel diantaranya Mbatono Suganda, Jusmani, Binmas Mangidi, Nilda, Nurniatin dan Muh Taufiq Mansur dan didampingi sejumlah staf dari sekretariat DPRD.

“Ada agenda Monitoring kami. Karena itu kami meninjau sejumlah kegiatan, khususnya di daerah Pemilihan Konawe Selatan Satu di Tinanggea, Lalembuu, Andoolo dan Buke,”ujar Mbatono Suganda kepada awak media ini, Jum’at (17/04/2026).

Anggota DPRD Konsel saat melakukan monitoring dan evaluasi di Desa Bungin Kecamatan Tinanggea. (FOTO : HERMAN)

Menurut Mbatono yang juga politisi partai Demokrat ini menyebut salah satu kegiatan yang yang disambangi wakil rakyat dari Dapil Satu ini seperti pembangunan Sekolah Satu Atap dan jembatan untuk masyarakat di Desa Bungin Kecamatan Tinanggea.

“Kalau pembangunan gedung untuk Sekolah di Bungin sepertinya sudah bagus dan itu sudah digunakan dan sementara terlaksana proses belajar mengajar. Hanya saja kalau jembatan yang ada ini anggarannya sangat pantastis dan bersumber dari CSR perusahaan PT Ifishdeco Tbk tidak ada pengawasnya,’ungkapnya.

Salah satu kegiatan di Konsel yang mendapat perhatian wakil rakyat saat melakukan. Monev di Desa Bungin Permai
(FOTO : HERMAN)

Anggota DPRD Konsel lainnya Jusmani mengaku proyek pembangunan jembatan tersebut bersumber dari CSR PT Ifishdeco dengan nilai Rp 1,2 Miliar. Jembatan ini akan dibangun sepanjang 260 meter dengan ketinggian dari tanah setinggi 2 meter 40 CM.

“Hanya saja bangunan tersebut besinya sudah terendam dengan air laut, sehingga kekuatannya masih sangat diragukan. Selain itu pembangunan jembatan Titian untuk warga sepertinya tidak lurus, sehingga terlihat bengkok,”katanya.

Politisi PBB ini mengaku, pembangunan jembatan tersebut merupakan bukan proyek pemerintah, tetapi CSR Perusahaan Tambang yang diperuntukkan untuk membangun jembatan untuk masyarakat di Desa Bungin Permai Kecamatan Tinanggea.

“Masyarakat Desa Bungin sebaiknya dapat mengawasi langsung keberadaan proyek ini, sehingga terlihat baik dan rapi. Selain itu jangan ada yang mengatasnamakan lembaga atau lainnya tetapi ini murni dari perusahaan untuk warga,”katanya.

USAN