Dirut PT Gita Wahana Mandiri Ancam Laporkan Bartje Isak Tumore Ke Polda Sultra

Direktur Utama PT Gita Wahana Mandiri Dionisius Sumakud (kiri) (FOTO : IST)
Dengarkan Suara

BeritaRakyat,co, Kendari – Direktur Utama PT Gita Wahana Mandiri, Dionisius Sumakud memastikan akan melaporkan kepala cabang PT Indo Nusa Tehnik wilayah Morowali Sulawesi Tengah dan wilayah Kendari Sulawesi Tenggara, Bartje Isak Tumore ke Polda Sulawesi Tenggara atas dugaan penggelapan satu unit mobil Ford Everest milik PT Gita Wahana Mandiri.

Pasalnya kata Dionisius Sumakud, setelah terjadi kesepakatan antara PT Gita Wahana Mandiri dan PT Indo Nusa Tehnik perihal penarikan sepuluh unit kendaraan yang di gunakan oleh PT Indo Nusa Tehnik di wilayah Morowali dan Kendari, tersisa satu unit mobil jenis Ford Ranger warna silver metalik yang belum di kembalikan oleh pihak Indo Nusa Tehnik.

” Setelah kami lakukan kroscek ke pihak Indo Nusa Tehnik, ternyata kendaraan tersebut di gunakan oleh kepala cabang PT Indo Nusa Tehnik wilayah Morowali dan Kendari yakni bapak Bartje Isak Tumore,” kata Direktur Utama PT Gita Wahana Mandiri melalui rilis yang di terima oleh media ini Jum’at 3 Januari 2025 kemarin.

Dionisius Sumakud menjelaskan, kesepakatan antara pihaknya dan PT Indo Nusa Tehnik perihal pengembalian unit milik PT Gita Wahana Mandiri terjadi di awal bulan September 2024 lalu.

” Surat penarikan pertama itu terbit pada tanggal 1 September 2024. Unit yang Kembali hanya sembilan (9) Unit. Saat itu Ford Ranger Silver Belum Kembali termasuk satu (1) Unit kendaraan jenis Dump Truk Type Tata yang berada di wilayah Makassar,” tegas Dionisius Sumakud.

Di tanggal 16 Oktober 2024, lanjut Dionisius Sumakud, pihaknya kembali menerbitkan surat penarikan ke dua yang di tujukan kepada PT Indo Nusa Tehnik.

” Saat itu, unit kami Ford Ranger tetap belum
di serahkan dan kami memutuskan untuk menggunakan pihak ke tiga dalam hal membatu menarik unit tersebut,” katanya.

” Penarikan ke tiga pada tanggal 18 Desember 2024. Saat itu Unit terpantau berada di parkiran inap bandara Halu Oleo. Saat itu juga kami langsung menuju Bandara dengan membawa bukti lengkap dan kunci cadangan unit tersebut.,” sambungnya.

Lebih jauh, Dionisius Sumakud mengatakan, bahwa setiba di Bandara Halu oleo, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan Petugas yang saat itu bertugas dan menunjukan bukti-bukti lengkap terkait kepemilikan dan bukti surat penarikan.

Pihak bandara lalu membuatkan format surat pernyataan untuk di tanda tangani di atas kop surat perusahaan pengelola parkiran nginap bandara serta melakukan verifikasi bersama-sama.

” Setelah kami melakukan verifikasi bersama pihak parkiran bandara dan di nyatakan lengkap, kami dipersilahkan untuk membawa unit tersebut dengan melewati palang parkir dan membayar biaya parkir pada umumnya. Mobil Ford Ranger kami tempatkan di tempat yang aman mengingat kunci utama masih di pegang oleh pengemudi unit tersebut,” Lanjutnya.

Beberapa hari setelah penarikan mobil Ford Ranger tersebut, dirinya bersama komisaris Utama PT Gita Wahana Mandiri berangkat menuju Jakarta karena ada sesuatu hal yang sangat penting untuk di selesaikan.

” Kami tiba kembali di Kendari pada tanggal 27 Desember 2024 sekitar pukul 18.00 Wita menggunakan Pesawat Citylink dengan Nomor penerbangan QG330. Tiba-tiba di perjalanan
pulang ke rumah saya mendapat telpon di suruh balik ke bandara dengan membawa Kembali unit Ford Ranger yang sudah kami tarik dikarenakan pihak parkiran bandara ketakutan karena istri dari Isak (yang menguasai kendaraan tersebut) mengancam akan meviralkan mereka di media. Saat itu juga saya menolak karena saya tidak punya urusan dengan Isak,” ucapnya.

Setelah kami sampai di rumah, rekannya ( yang menjemputnya di bandara), jo, kembali memenuhi panggilan pihak pengelola parkiran bandara dengan membawa unit Everest kami. Namun tiba-tiba jo menginfokan ke dirinya bahwa dia dan unit ( mobil Everest) di tahan dan tidak boleh keluar sampai pagihari, rekannya tersebut tidak kembali.

Sabtu, 28 Desember 2024, sekitar pukul 10.00 Wita, pihaknya dijemput oleh pihak pengelola parkiran bandara bersama dua orang yang diduga anggota TNI AU yang saat itu mengatakan tinggal menyelesaikan dengan pihak bandara Halu Oleo.

” Saat saya tanya kenapa unit kendaraan Ford Everest tidak di bawa, mereka hanya mengatakan tidak mungkin membawa dua mobil sebab mereka tidak menghafal jalan,” jelasnya.

Setelah tiba di kantor pengelola parkiran bandara Halu Oleo, pihaknya langsung di teriakin dan mau di hajar oleh Kepala Cabang PT Indo Nusa Tehnik wilayah Morowali dan Kendari yakni saudara Bartje Isak Tumore dan istrinya.

” Kami mulai di tekan dan setiap saya mau menjelaskan, pihak pengelola parkiran Bandara Halu Oleo yang bernama Reza, tidak memberikan kami kesempatan untuk berbicara sembari memberikan penjelasan. Sampai akhirnya kami di minta untuk menandatangani surat peryataan yang berisi bahwa kami diwajibkan mengganti unit yang kami tarik (Ford Ranger) dengan unit Ford Everest hitam kepada Isak,” Benernya.

“Padahal kedua unit Itu adalah milik atas nama perusahaan kami dan saat itu kami masih menolak. Akan tetapi kembali lagi kami merasa tertekan dengan Bahasa-bahasa keras dan ditengah perasaan tekanan tersebut
kami akhirnya menandatangani surat pernyataan tersebut,” Tambahnya.

Setelah menandatangani surat pernyataan tersebut. Bartje Isak Tumore kemudian meminta untuk mengarah ke Mako Polda Sultra untuk melakukan registrasi pernyataan yang dibuat.

Di Mako Polda Sultra, ia di ajak ke Kantor Direskrimum Polda Sultra. Di ruang tersebut ia kembali menandatangani surat pernyataan kedua yang dibuat di ruangan itu.

BURHAN ODE

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000156

118000157

118000158

118000159

118000160

118000161

118000162

118000163

118000164

118000165

118000166

118000167

118000168

118000169

118000170

118000171

118000172

118000173

118000174

118000175

118000176

118000177

118000178

118000179

118000180

118000181

118000182

118000183

118000184

118000185

118000186

118000187

118000188

118000189

118000190

118000191

118000192

118000193

118000194

118000195

118000196

118000197

118000198

118000199

118000200

128000166

128000167

128000168

128000169

128000170

128000171

128000172

128000173

128000174

128000175

128000176

128000177

128000178

128000179

128000180

128000181

128000182

128000183

128000184

128000185

128000186

128000187

128000188

128000189

128000190

128000191

128000192

128000193

128000194

128000195

138000131

138000132

138000133

138000134

138000135

138000136

138000137

138000138

138000139

138000140

138000141

138000142

138000143

138000144

138000145

138000146

138000147

138000148

138000149

138000150

138000151

138000152

138000153

138000154

138000155

138000156

138000157

138000158

138000159

138000160

148000166

148000167

148000168

148000169

148000170

148000171

148000172

148000173

148000174

148000175

148000176

148000177

148000178

148000179

148000180

148000181

148000182

148000183

148000184

148000185

148000186

148000187

148000188

148000189

148000190

148000191

148000192

148000193

148000194

148000195

168000136

168000137

168000138

168000139

168000140

168000141

168000142

168000143

168000144

168000145

168000146

168000147

168000148

168000149

168000150

168000151

168000152

168000153

168000154

168000155

168000156

168000157

168000158

168000159

168000160

168000161

168000162

168000163

168000164

168000165

178000166

178000167

178000168

178000169

178000170

178000171

178000172

178000173

178000174

178000175

178000176

178000177

178000178

178000179

178000180

178000181

178000182

178000183

178000184

178000185

178000186

178000187

178000188

178000189

178000190

178000191

178000192

178000193

178000194

178000195

178000196

178000197

178000198

178000199

178000200

178000201

178000202

178000203

178000204

178000205

178000206

178000207

178000208

178000209

178000210

188000226

188000227

188000228

188000229

188000230

188000231

188000232

188000233

188000234

188000235

188000236

188000237

188000238

188000239

188000240

188000241

188000242

188000243

188000244

188000245

188000246

188000247

188000248

188000249

188000250

188000251

188000252

188000253

188000254

188000255

198000151

198000152

198000153

198000154

198000155

198000156

198000157

198000158

198000159

198000160

238000031

238000032

238000033

238000034

238000035

238000036

238000037

238000038

238000039

238000040

238000136

238000137

238000138

238000139

238000140

238000141

238000142

238000143

238000144

238000145

238000146

238000147

238000148

238000149

238000150

238000151

238000152

238000153

238000154

238000155

238000156

238000157

238000158

238000159

238000160

238000161

238000162

238000163

238000164

238000165

238000166

238000167

238000168

238000169

238000170

238000171

238000172

238000173

238000174

238000175

news-1701