BeritaRakyat.Co,.Buton Selatan – Personil Batalion (Yonif) TP 87 Lamaindo dan personil Kodim 14/13 Buton bergerak cepat membuka akses jalan tani Hutan HKM Tua Maruju di Kelurahan Bosua, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel) yang sebelumnya sempat dipalang.
Pembukaan akses jalan tani tersebut, dibenarkan langsung oleh ketua Kelompok Tani Hutan HKM Tua Maruju, H La Afa. Kata dia, saat ini jalan tani tersebut telah normal kembali.
“Sudah aman, timbunannya sudah diratakan kayunya sudah dibersihkan sama anggota Batailan dan Kodim Buton kemarin,” kata H La Afa saat dihu hubungi awak media ini, Kamis (07/05/2026).
Mewakili seluruh anggota kelompok lanjut dia, dirinya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Komandan Batalion TP Lamaindo dan juga Komandan Kodim Buton.
“Saya sebagai ketua HKM menyampaikan terimakasih kepada Dandim Buton dan juga Batalion TP Lamaindo atas kegesitanya dalam menyelesaikan permasalahan ini,” ungkapnya.
Dirinya berharap persoalan seperti ini, tidak terjadi lagi dikemudian hari. Sebab sangat mengangu dan meresahkan petani yang ada diwilayah HKM Tua Maruju.
“Alhamdulillah sudah normal kembali, mobil tadi sudah bisa naik lagi untuk mengambil hasil-hasil petani. Harapan kami kedepan semoga tidak ada lagi kejadian pemalangan jalan. Karena kasian anggota kelompok sangat tergangu dan resah,” harapnya.
Ia menjelaskan pemalangan akses jalan ini bermula, adanya permintaan sekelompok oknum yang bukan anggota kelompok menemui dirinya meminta untuk dilakukan diadakan rapat pertangung jawaban angaran kelompok. Hanya saja, permintaan tersebut tidak disahuti oleh dirinya.
“Mungkin mereka tidak suka dengan tindakan saya di HKM itu, karena mungkin saya terkesan keras kepala, keras kepala dalam memenuhi tuntutan mereka. Tuntutan mereka itu, uang kas HKM, hasil industri pengolahan kayu jati didalam areal HKM maunya mereka kita rapatkan sebagai bentuk pertanggung jawaban tapi saya sampaikan kalo LPJ itu, kecuali uangnya sudah dipake, sudah di pergunakan dan diam-diam tidak disampakan kepada orang banyak. Maka itu, perlu diadakan LPJ, tapi ini uanya masih ada, masih utuh dan setiap saat kita sampaikan maka saya katakan sama mereka tidak perlu,” jelasnya.
Terlebih lagi menurutnya, oknum-oknum yang meminta dan mendesak dirinya diadakan rapat pertangung jawabannya tersbut, bukan anggota kelompok dan berdomisili di wilayah HKM Tua Maruju.
“Kira-kira mungkin ada kepentingan lain, yang mereka mau lakukan tapi terhalangan dengan saya. Tapi kan kalo ada masalah dengan saya tidak boleh korban teman-teman kelompok,” bebernya.
Sedangkan soal dugaan keterlibatan oknum TNI, ia mengaku dirinya juga telah bertemu langsung dengan komandan Kodim Buton dan Komandan Batalion TP Lamaindo. Hanya saja, ia tidak menjelaskan secara rinci soal hasil pertemuan tersebut.
“Itu sudah diklarifikasi kemarin oleh komandan Batalion dan Kodim juga sama saya. Saya sudah sampaikan kronologisnya. Intinya saya menyampaikan terimakasih kepada Dandim dan Komandan Batalion atas kepritahinanya sehingga bisa menyelesaikan masalh ini dengan baik,” tutupnya.
ODEK







