BeritaRakyat.co, Muna Barat – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara, Fraksi Gerindra, La Isra terus menunjukan komitmennya dalam memperjuangkan setiap kebutuhan dan fasilitas generasi muda dalam menuntut ilmu agama.
Kali ini, ketua komisi l DPRD Sultra ini telah sukses mendatangkan anggaran di Kabupaten Muna Barat untuk pembangunan rehabilitas bangunan Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah Cabang Muna Barat.
Bangunan Pondok Pesantren di Jalan Diponegoro, Desa Wapae Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat ini sangat memprihatinkan. Lantai dan dinding yang sebagai terbuat dari triplek itu mulai bolong dan lapuk.
Atas kesungguhan dan kepedulian dari ketua Fraksi Gerindra DPRD Sultra itu, ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah, Muhammad Kurniawan, mengucapkan banyak terima kasih dan sangat bersyukur atas bantuan, dedikasi serta perjuangan, La Isra.

La Isra Kata dia, sangat peduli terhadap pondok pesantren dan sekolah Islam. Bantuan dana hibah tersebut kemudian digunakan untuk memperbaiki dan melanjutkan pembangunan Musholla di Pesantren.
“Musholla itu tempat para santri berkegiatan dari Sholat lima waktu di Pondok, Menghafal Al-Qur’an, Tempat Tarbiyah (Belajar Ilmu Agama), Ta’lim, dan Ibadah Sunnah Lainnya,” ucap Muhammad Kurniawan melalui pesan WhatsApp, Senin (11/05/2026).
Dulunya kata dia, Mushollah tersebut banyak yang rusak serta belum memiliki struktur bangunan yang lengkap, baik dari segi lantai, dinding, jendela, tangga, tampilan dan lain sebagainya.
“Sekarang sudah lengkap strukturnya dan lebih baik fisiknya, bahkan bisa menambah satu ruang untuk imam,” jelasnya.
Ia kemudian menitip pesan agar La Isra, tetap berada di jalan yang benar dan terus berjuang untuk pembangunan dan perbaikan pendidikan, khususnya pada sekolah-sekolah berbasis pendidikan keagamaan.
“Jujur untuk Muna Barat, khususnya di Pesantren kami, hanya pak La Isra sebagai Anggota Legislatif yang pertama penduli terhadap Pondok Pesantren,” terangnya
Katanya,kebanyakan sekolah dan pondok pesantren dibangun dari dana swadaya masyarakat dan orang orang tua yang motivasi terbesarnya adalah perbaikan pendidikan moral, etika dan adab bagi anak-anak mereka.
Ia mengungkapkan bahwa ditengah degradasi moral etika dan adab anak-anak saat ini, salah satu solusi diusahakan melalui pendidikan keagamaan. Hal ini dilakukan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang bermoral dan taat terhadap perintah agama, orang tua dan negara.
“Pemerintah Sulawesi Tenggara, dalam hal ini pembuat kebijakan agar lebih memperhatikan dan kalau bisa menambah anggaran dana hibah bagi pondok pesantren dan rumah-rumah ibadah bagi kelanjutan Pendidikan Agama, moral dan etika di masyarakat,” harapnya.
BURHAN ODE






