
BeritaRakyat.co, Muna – Pengumuman juara gerak jalan indah tingkat kecamatan Parigi dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 tahun 2026 telah selesai diumumkan.
Namun, dalam pengumuman itu, sebagian pihak merasa tidak puas. Salah satunya datang dari orang tua siswa SDN 5 Parigi, Lesni Yati. Ia menduga salah satu juri tidak adil memberikan nilai.

Lesni Yati menduga juri tersebut sengaja mengangkat nilai salah satu SDN agar lolos menjadi juara satu, sebab kata dia, salah satu anaknya menjadi peserta gerak jalan di SD tersebut.
“SD 4 Parigi juara 1, anaknya peserta gerak jalan di SD itu. Baru bapaknya sebagai juri. Dia kasih nilai tinggi sekali sedangkan peserta lain dia kasih rendah, beda jauh dengan juri-juri yang lain, baru nilai rekapan banyak yang di coret-coret, kentara dimainkan nilainya,” ucap Lesni Yati, Minggu (23/08/2026).
SD 5 Parigi lanjut dia, selalu langganan juara tiap tahun. Tahun ini juga sangat banyak pihak yang menyayangkan SD 5 Parigi tidak mendapat juara. Sebab, dari segi variasi, PBB, Aksesoris, yel-yel dan lainnya, SDN 5 Parigi dianggap sempurna oleh penonton.
“Banyak sekali yang bilang kenapa SD 5 tidak dapat juara, padahal tidak ada sebagus SD 5, tiap tahun langganan juara, baru tahun ini tidak masuk biar Juara 3,” jelasnya dengan nada kecewa.
Lesni Yati menilai, jika hal terus dibiarkan maka berisiko pada kerusakan mental anak-anak. Ia berharap, para dewan juri untuk memberikan klarifikasi atas nilai yang diberikan serta menunjukan bukti yang dapat diterima dengan akal sehat.
ODEK






