BeritaRakyat.co, Kendari – Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo memberikan pembekalan moral dan motivasi kepada ribuan mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari. Rabu (19/8/2026)
Di hadapan para mahasiswa/i, orang nomor satu di Konawe Selatan tersebut mengupas tuntas tantangan generasi muda, mulai dari bahaya korupsi, peredaran narkoba, hingga strategi menghadapi efisiensi ekonomi.
Dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif, sang bupati merespons berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa mengenai integritas.
Ia menjelaskan bahwa korupsi dan penyalahgunaan narkoba sering kali dipicu oleh sistem yang lemah serta pengaruh lingkungan yang negatif.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menolak segala bentuk tindakan suap, baik menerima maupun memberi.
Menurutnya, benteng utama dalam menghadapi godaan tersebut adalah kualitas iman, takwa (imtaq), dan karakter individu yang kokoh.
Jika pondasi tersebut sudah kuat, seseorang tidak akan mudah goyah meskipun berada di lingkungan yang korup atau tidak sehat.
Lebih lanjut, bupati juga mengajak para mahasiswa untuk berani bersuara dan menjaga iklim akademik yang jujur.
Ia meminta mahasiswa tidak mendiamkan kecurangan yang terjadi di sekitar mereka. Jika melihat ada rekan yang berbuat curang, mahasiswa harus berani melaporkannya kepada pihak berwenang, meskipun harus menghadapi risiko dibenci atau mendapat intimidasi negatif.
Selain membahas integritas moral, Bupati Irham Kalenggo turut membagikan pandangannya dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran di era sekarang.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan pembangunan.
Pemerintah daerah sendiri menyiasati hal tersebut salah satu diantaranya dengan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memaksimalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.
Ia berpesan agar mahasiswa menanamkan prinsip hidup yang kuat sejak dini sebagai modal utama menghadapi tantangan masa depan.
Korupsi dan narkoba harus dijauhi sepenuhnya dengan cara tidak pernah sekalipun mencobanya, serta senantiasa memelihara rasa syukur atas apa yang dimiliki.
Suasana PBAK menjadi penuh haru ketika bupati membagikan kisah masa lalunya yang penuh keterbatasan.
Ia menceritakan perjuangannya semasa kuliah yang serba kekurangan secara ekonomi. Akibat tidak mampu membayar uang sewa kamar kos sendiri, ia bahkan harus menumpang dan berpindah ke kamar kos temannya.
Kisah nyata ini sengaja dibagikan untuk membakar semangat para mahasiswa baru agar tidak mudah menyerah pada keadaan ekonomi dan terus berfokus mengejar prestasi.







